ECC IPA Goes to Campus: Tinjauan Program Integritas dan Pencegahan Benturan Kepentingan di Sektor Minyak dan Gas

Ethics & Compliance Committee (ECC)IPA menggelar acara ECC – IPA Goes to Campus (G2C) di universitas terkemuka di Indonesia. Acara G2C ini bertujuan untuk (1) bekerja secara kolaboratif dengan kampus sebagai centre of excellence untuk program anti-korupsi dan (2) untuk menanamkan nilai sosial dengan melibatkan mahasiswa sebagai profesional di bidang minyak dan gas, pemimpin, pejabat pemerintah, dan pemimpin politik di masa depan.

ECC – IPA G2C Fase 1 dimulai tanggal 24 Maret 2021 bertempat di Institut Teknologi Bandung (ITB). Acara diselenggarakan secara virtual melalui Studium Generale ITB dengan topik “Tinjauan Program Integritas dan Anti Korupsi di Sektor Minyak & Gas.” Acara ini diikuti oleh 818 peserta melalui Zoom Meeting dan 150 peserta melalui Youtube dari berbagai fakultas. Acara dibuka oleh Bapak Dr. G. Prasetyo Adhitama, MSn selaku Direktur Kemahasiswaan ITB yang menyampaikan bahwa Studium Generale merupakan bagian upaya ITB untuk mengembangkan karakter mahasiswa termasuk penyediaan practical sharing dari ahli untuk memperkaya soft skill dan kompetensi mahasiswa.

ECC – IPA G2C Fase 2 dimulai tanggal 26 April 2021 dengan Universitas Paramadina. Acara diselenggarakan secara virtual dengan topik “Pencegahan Korupsi di Sektor Hulu Minyak & Gas, Pengelolaan Risiko Benturan Kepentingan.” Acara ini diikuti oleh 363 mahasiswa melalui Google Meet dan 124 peserta melalui Youtube dari berbagai fakultas. Acara dibuka oleh Ibu Dr. Fatchiah E. Kertamuda, M.Sc selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiwaan yang menyampaikan bahwa mata kuliah anti-korupsi merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa. Tantangannya adalah kepercayaan dari orang – orang sekitar apakah universitas mampu memberikan mata kuliah anti-korupsi dan tidak melakukan korupsi tersebut. Dengan mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa akan dibekali dengan practical skills untuk melawan korupsi di sektor swasta khususnya pada sektor hulu migas.

Pada acara tersebut, Bapak Ronny Siahaan selaku ECC – IPA Chairman menjelaskan hal-hal berikut: (1) Peningkatan risiko korupsi di Indonesia baik sektor publik dan swasta (2) Berdasarkan Transparency International Indonesia (TII), Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2020 berada di angka 37/102, turun tiga poin dari tahun sebelumnya (40/85) dan (3) Berdasarkan data KPK, 2 modus operandi teratas Indonesia adalah suap dan pengadaan dengan 3 pelaku korupsi teratas yang melibatkan anggota parlemen, pejabat pemerintah dan sektor swasta. Beliau menekankan pentingnya sektor swasta secara kolektif menerapkan kendali anti-penyuapan dengan fokus di area pengadaan, lisensi & perijinan dan berhubungan dengan pihak ketiga untuk melindungi organisasi dari Pertanggunjawaban Tindak Pidana oleh Korporasi sesuai Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 13 Tahun 2016.

Acara ini dilaksanakan dalam sesi diskusi melalui sesi interaktif termasuk barometer kuis yang dapat diikuti oleh seluruh peserta. Seluruh peserta bersemangat mengikuti acara dengan komentar sebagai berikut:

  • “Kelas yang sangat menarik karena berbeda dengan kelas perkuliahan yang lain.”
  • “Sesi yang sangat membuka mata yang membantu mahasiswa memahami imbas korupsi di level nasional dan sektor minyak & gas.”
  • “Pembicara sangat interaktif dengan memberikan kuis dan membuka Q&A di setiap sesi. Kegiatan pembelajaran yang sangat hidup.”

Ini adalah acara ECC – IPA G2C pertama yang akan berlanjut dengan universitas terkemuka dalam mendukung program anti korupsi dan membangun budaya integritas.

Di akhir sesi, ECC – IPA berharap semua partisipan untuk membangun budaya anti korupsi, mempromosikan integritas tinggi dan terlibat aktif dalam aksi kolektif anti korupsi.

Previous PostTenaris Dukung Pendidikan di Cilegon
Next PostOIL AND GAS INVESTMENT DAY